Dalam beberapa bulan pertama sejak dilahirkan, dengan perkembangan bayi yang masih dini, hanya mengandalkan tangisan atau mimik wajahnya untuk menyampaikan sesuatu kepada ibunya. Apapun yang diinginkan atau dirasakan, bayi hanya bisa menangis.

Tahukah kamu? Usia bayi berbicara tidak sama pada setiap anak. Nah, kalau begitu pada usia berapa bayi mampu berbicara?

Perkembangan bayi untuk mampu berbicara selalu melalui proses yang bertahap. Tahapan ini dimulai bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. Itulah mengapa kita sering menemukan para ibu yang mengajak bicara bayinya sejak masih dalam perut.

Tahap Perkembangan Bayi Berbicara

perkembangan bayi

1. Usia 0 sampai 3 bulan

Saat masih dalam kandungan, bayi sudah mulai belajar untuk membedakan suara ibu daripada suara benda lainnya.
Saat sudah lahir, bayi pun menagis dengan suara dan gaya yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk mengkomunikasikan hal-hal yang berbeda pada ibunya.

Walaupun bayi belum bisa berkata-kata pada usia ini, ternyata bayi sudah memulai proses belajar membedakan kata-kata yang ia dengar di sekitarnya.

2. Usia 4 sampai 6 bulan

Nah, pada usia 4 bulan ke atas, bayi sudah mulai berbicara (atau mengoceh) dengan meniru apa yang didengarnya. Biasanya, kata-kata yang diucapkan dimulai dari “mamama”, atau “dadada”.

Walaupun terdengar kurang jelas, ini merupakan waktunya bayi untuk megeksplorasi kegunaan lidah, langit-langit mulut, dan pita suaranya sendiri.

Orang tua disarankan untuk tetap menstimulasi bayi dengan terus mengajak bicara. Cobalah untuk mengucapkan sukukata pertama lebih panjang dan lantang, seperti “maaaaa-kan”, atau “miiiii-num”.

3. Usia 7 sampai 12 bulan

Ucapan bayi akan mulai terdengar masuk akal saat memasuki bulan ke tujuh. Bayi biasanya mampu untuk mengerti namanya sendiri, dan mulai belajar menggunakan nada dan pola bicara yang bisa digunakan di sekitarnya.

Kemampuan bicara bayi pun semakin baik. Pasalnya, bayi mulai belajar mengkaitkan makna kata-kata yang diucapkan dengan diri sendiri. Seperti misalnya, kata-kata “mama” dan “papa” yang merupakan orangtua daripada bayi tersebut.

perkembangan bayi

4. Usia 13 sampai 18 bulan

Pada usia ini, bayi sudah mengerti betapa pentingnya mengutarakan apa yang diinginkan melalui bahasa.

Kosakata bayi pun semakin banyak seiring dengan semakin pintarnya bayi dalam menggunakan kata-kata yang diingat. Walaupun terkadang makna kata-kata yang dikatakan bayi masih meleset, kamu masih bisa mengerti apa maksud bayi.

5. Usia 19 sampai 24 bulan

Di usia yang hampir dua tahun ini, si kecil semakin mahir dalam kemampun berbicaranya. Tak hanya berbicara, mereka pun mulai mahir bernyanyi dan mengikuti irama lagu.

Selain itu, inilah saat dimana si kecil sangat mudah meniru kata-kata apa saja yang diucapkan orang-orang terdekatnya. Maka dari itu, jangan lupa untuk terus menjaga pembicaraan di depan si kecil.

6. Usia 25 sampai 36 bulan

Seiring dengan berjalannya waktu, buah hati ibu akan semakin mahir dalam mencari intonasi bicara yang tepat. Si kecil pun mulai paham tentang penggunaan kata “aku, dan “kamu” yang akan mempermudahnya dalam berkomunikasi.

Pada usia menjelang 3 tahun, si kecil sudah mulai memahami sebagian besar perkataan yang ditujukan kepadanya. Setelah usia 3 tahun, kemampuan bicara si kecil bisa dibilang sudah lancar dan bisa melakukan dialog timbal balik.

Itulah dia, HappyFresher! Tahapan perkembangan bayi dalam memulai kemampuan berbicara. Apabila buah hatimu mengalami keterlambatan dalam berbicara, tetap tenang dan tetap coba stimulasi si kecil dengan mengajaknya berbicara.

Keterlambatan kemampuan berbicara memang banyak terjadi. Apalagi, banyak yang bilang kalau umumnya hal ini banyak terjadi pada anak laki-laki. Jadi, tidak usah panik, HappyFresher!

Belanja Sekarang